Selasa, Juli 22, 2008

THE YOUNG BLOOD WITH OLD BIKE...

Lajang... yang pasti selalu lekat dalam kata itu adalah situAsi yang bebas untuk menentukan kemana arah perjalanan baik hidup maupun dalam tindakan keseharian.

Ada yang tidak pernah bisa saya lupakan dengan pengalaman masa lajang saya. dimana saya selalu bebas mengendarai motor tua saya kemanapun saya akan pergi. BSA WM20 tahun 1941 500cc buatan inggris. irama kenalpotnya yang bisa dihitung setiap intervalnya tepi kecepatanya sebanding dengan motor jepang yang mungkin sudah memasang speed tertinggi dan raungan mesinnya bisa memecahkan anak telinga. tapi kini dengan terpaksa ia harus istirahat di bengkel salah seorang saudaraku. bukan karena larangan keluarga tapi waktu yang nyaris habis setiap hari untuk kejar lembaran rupiah (www.kejar_setoran.com).

MACI (motor antique club indonesia) keluargaku yang selalu mengakui eksistensiku meski bisa dibilang kehadiranku di markas lampung benar-benar NOL, dan sapa akrab itu aku lakukan hanya dengan telepon angin (HP=red), tetapi jabat erat itu masih tetap terasa sebagai saudara yang tidak dapat dibuang. (sorry brother lagi kejar rejeki..)

Kadang sempat juga terlintas dibenak serunya melintas dijalan lintas sumatera, menyebrang selat sunda, bercanda dengan kawan-kawan diatas kapal ferry untuk mengasah roda dijalan-jalan pulau jawa. semoga perjalanan lampung-pangandaran (tahun 2004) bukanlah yang terahir untuk ku pacu motorku agar andrenalin itu mengalir deras.

sempat Mama Shasa protes, "dijual aja pa motornya, udah besar, gak bisa boncengan.. EgoIs.." sedikit keki mama bilang ke aku. tapi mungkin inilah yang namanya hoby, dan aku yakini meski terkesan egois tapi hoby ini masih banyak menyimpan nilai positif. negatifnya kan cuma satu; kalo pulang dari jalan-jalan pasti pakaian super dekil. Biasa la.. namanya juga motor tua, kalo diajak jalan pasti keringetan alias olinya kececeran kemana-mana dan dimana-mana. tapi masih positif juga. oli yang berceceran itu sebagai tanda jejak perjalanan. satu keberuntungan yang aku miliki, istriku sangat mengerti apa yang menjadi hoby suaminya. namun satu hal yang masih menjadi PR, bagaimana caranya Shasa bisa punya adik laki-laki biar bisa jadi pewaris menjadi pengendara BSA MW20 menggantikan papanya. tapi bukan lalu aku memilih tentang apa yang akan diberikan ALLAH kepada kami. jika yang terbaik dimata ALLAH itu adalah anak perempuan. maka yakinlah rizki itu akan kami syukuri sebagai anugrah yang tak terhingga. tapi tak salah juga kiranya jika kami berusaha, berdoa dan berharap untuk dapatkan jagoan sebagai teman touring papa. tapi jika tidak, Shasa juga boleh jadi boncenger papa... mau kan nak...?


4 komentar:

Mama Shasa Shahira mengatakan...

Mudah2an do'a kita terkabul ya pa untuk dapet jagoannya... Amien.. BTw.. kalo naik motor Maci mama ikuuuutt...

JoVie mengatakan...

Wah...Jovie suka banget tuh...
boleh ngikuut dunkz.."berharap.com*

cumie mengatakan...

wah perlu dibikin itu pah, buat boncengers di belakang hehe..
amieeeeen.. ikut mendoakan mudah-mudahan sang arjuna datang.

Syamsuddin Ideris mengatakan...

Wah..sayang tu Om kalau motor antiknya nggak dipakai lagi. Gimana kalau nanti saya aja yang bawa tu motor jalan-jalan ke Kalimantan. Kan kacian kalo diikat digudangnya bengkel.

He..he..he..becanda.

Salam kenal ya Papa Sasha. Senang sekali saya punya teman di Lampung sana walau hanya sey hello lewat blog aja.